This is Tiger Club

taekwondotigerclub-cilacap.blogspot.com

This is Tiger Club

taekwondotigerclub-cilacap.blogspot.com

This is Tiger Clube

taekwondotigerclub-cilacap.blogspot.com

This is Tiger Club

taekwondotigerclub-cilacap.blogspot.com

This is Tiger Club

taekwondotigerclub-cilacap.blogspot.com

Saturday, November 29, 2014

Taktik Attack dan Counter-Attack Dalam Taekwondo

Taktik Attack dan Counter-Attack Dalam Taekwondo

Pendahuluan

Taekwondo semakin berkembang dan dikenal masyarakat luas karena sosialisasi yang dilakukan  lewat berbagai event kejuaraan, ataupun melalui demonstrasi pada acara-acara tertentu. Kejuaraan taekwondo sering diselenggarakan diberbagi daerah, baik kejuaraan tingkat kabupaten, provinsi, maupun nasional. Kejuaraan yang paling sering diselenggarakan adalah kategori kyorugi (pertarungan), tetapi akhir-akhir ini seringkali sebuah event kejuaraan taekwondo digabung antara kyorugi dan poomsae (jurus).
Biasanya peserta atau atlet yang mengikuti kyorugi lebih banyak dari poomsae. Mungkin karena kapasitas pelatih yang hanya ahli di bidang kyorugi saja, atau bisa juga pelatih melihat potensi atletnya, atau karena pertimbangan-pertimbangan lainnya. Tetapi yang perlu dicatat pada kejuraan taekwondo kategori kyorugi; umumnya lebih meriah, ramai, dan menghibur dibanding dengan poomsae. Disamping itu atlet yang mengikuti kyorugi lebih merasa bangga dan puas ketika menjadi seorang juara atau memperoleh medali. Dengan kata lain prestise-nya lebih besar daripada poomsae.

Berbicara tentang kyorugi atau fight (tarung), tidak bisa dilepaskan dari teknik dan taktik yang menyertainya; baik itu menyerang (attack), bertahan (counter), maupun gabungan keduanya, yaitu bertahan menyerang (counter-attack). Teknik dan taktik dalam taekwondo—khususnya kyorugi—dapat diibaratkan dengan senjata, yang mana dengan senjata itu seorang atlet bisa mengalahkan lawannya, dan memenangkan sebuah kejuaraan. Teknik dan taktik sedemikian pentingnya bagi seorang atlet kyorugi, sehingga ada pendapat yang mengatakan bahwa teknik dan taktik lebih penting dari fisik ketika bertanding. Mungkin saja pendapat itu ada benarnya, walaupun tidak seratus persen benar. Entah didasarkan pada pengalaman, pengamatan, atau sekedar dugaan saja.
Tapi yang jelas baik teknik, taktik, maupun fisik sama-sama pentingnya bagi seorang atlet. Karena betapapun hebatnya teknik dan taktik seorang atlet, kalau fisiknya buruk, tentu akan mengurangi kemampuan dan konsentrasinya, dan ini bisa dimanfaatkan oleh lawan yang fisiknya lebih baik. Begitu juga sebaliknya, sehebat apapun kemampuan fisik atlet, jika teknik dan taktiknya buruk, maka sulit untuk memenangkan pertandingan. Karena pada kyorugi, hanya dengan waktu 2 menit untuk setiap ronde pada 3 ronde yang direncanakan, memang lebih dominan menggunakan teknik dan taktik untuk memperoleh poin dari lawan. Untuk itu kecerdasan atau skill atlet, dalam hal ini kemampuan teknik dan taktik, mutlak diperlukan untuk memenangkan sebuah pertandingan.
Pembahasan
Teknik merupakan bentuk gerakan-gerakan seperti tendangan, pukulan, tangkisan, langkah, maupun menghindar, sedangkan taktik merupakan cara untuk memenangkan pertandingan dengan menggunakan teknik (Tirtawairya, 2005: 4). Jadi sebenarnya antara teknik dan taktik itu berbeda. Kalau teknik adalah cara melakukan tendangan dengan benar, sedangkan taktik adalah bagaimana menggunakan teknik yang telah dikuasai untuk menghadapi lawan dalam sebuah pertandingan. Pada makalah ini penulis hanya akan membahas taktik dalam taekwondo, khususnya taktik menyerang (attack) dan bertahan menyerang (counter-attack).
Taktik yang baik bukan berarti harus mempunyai teknik yang banyak, tetapi mempunyai kemampuan teknik yang matang, tetapi akan lebih baik lagi jika tekniknya banyak dan matang (Tirtawirya, 2005: 6). Ini menunjukkan bahwa sebelum berlatih taktik, tentu seorang atlet harus menguasai teknik terlebih dahulu. Karena hanya akan sia-sia saja jika seorang atlet diberi latihan taktik, sementara tekniknya belum menguasai, sebab teknik merupakan bagian dari taktik. Begitu juga latihan teknik, kalau kondisi fisiknya tidak mencukupi, tentu tekniknya juga tidak akan maksimal.
Beladiri taekwondo termasuk cabang olahraga terbuka (open skill), dikatakan keterampilan terbuka karena dicirikan dengan kondisi lingkungan dan obyek yang selalu berubah atau bergerak. Artinya bahwa pada pertandingan taekwondo (fight), seorang atlet tidak bisa menebak serangan yang akan dilakukan oleh lawan (Tirtawirya, 2005: 15). Jadi atlet hanya bisa memperkirakan saja berdasarkan perhitungan dan pertimbangan yang matang, untuk selanjutnya melakukan antisipasi terhadap serangan lawan.

Taktik Menyerang (Attack)

Taktik menyerang dalam taekwondo sangatlah penting, dan harus dikuasai betul oleh seorang atlet, meskipun atlet tersebut lebih senang bertahan (tipe counter). Karena adakalanya pada situasi tertenu seorang atlet harus melakukan taktik serangan untuk mendapatkan poin. Misalnya saat tertinggal angka dari lawan, tentu seorang atlet akan berusaha memperoloeh poin dengan cara menyerang. Tidak mungkin hanya menunggu saja, sementara poin lawan lebih unggul, dan waktu terus berjalan.
Dalam pertandingan fight, ada area badan yang boleh dikenai atau diserang untuk mendapatkan poin (legal scoring area), dan ada juga yang dilarang untuk diserang (ilegal scoring area).  Yang dimaksud dengan legal scoring area adalah daerah sasaran yang mendapatkan poin apabila diserang atau dikenai tendangan, yaitu:
  • Badan, seluruh bagian tubuh yang ditutup body protector, kecuali sepanjang tulang belakang. 
  • Kepala, seluruh bagian muka termasuk telinga, kecuali bagian belakang kepala.
Lalu bagian tubuh yang tidak boleh diserang sama sekali (ilegal scoring area), yaitu bagian kemaluan atau pinggang ke bawah, tulang belakang, dan kepala bagian belakang. Untuk serangan menggunakan pukulan sebenarnya juga diperbolehkan, tapi sasarannya hanya pada body protector, tidak boleh memukul bagian wajah atau kepala.
Taktik menyerang dalam konteks pertandingan (kyorugi) sangatlah banyak, tetapi pemakaiannya harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi di lapangan. Tidak mungkin atlet terus menerus menyerang secara membabi buta, sementara lawannya sudah siap dengan counter attack-nya. Tentu ini akan sangat membahayakan. Oleh karena itu, taktik menyerang harus melalui perhitungan dan pertimbangan secara matang saat bertanding (taktis). Dan ini diperoleh melalui proses latihan yang panjang, baik melalui sparring partner, semi sparring atau latih tanding. Semua ini juga tergantung bagaimana peran seorang pelatih membuat latihan taktik yang efektif dan efisien. Contoh taktik menyerang (attack) dalam taekwondo:
  • Memancing atau mengecoh lawan dengan menggunakan move, setelah mengetahui bahwa lawan terlihat akan melakukan back step, serang dengan nare chagi, step tiga dolyo atau tendangan beruntun yang lain.
  • Pada saat musuh melakukan gerakan (move) dan terlihat tidak siap, langsung menyerang—secara mendadak—menggunakan dolyo langsung, atau tendangan yang lain.
  • Memancing atau mengecoh lawan dengan menggunakan move, setelah lawan mengeluarkan tendangan counter attack-nya, lakukan serangan atau tendangan yang efektif.
  • Menyerang dengan cara “jual-beli” tendangan, pada atlet yang lebih suka bertahan (tipe counter), misalnya potong dolyo chagi, berikan umpan dengan maju satu step, setelah terkena counter-nya, balas dengan dolyo chagi kepala atau bal chagi. Penyerang memang terkena momtong dolyo, tapi bisa membalas dengan sasaran kepala, dan itu poinnya lebih banyak. 

Taktik Bertahan Menyerang (Counter-Attack)
Taktik bertahan (counter-attack) dalam taekwondo sama pentingnya dengan taktik menyerang, karena untuk mendapatkan poin tidak hanya dengan menyerang saja. Adakalanya taktik counter-attack lebih efektif ketika menghadapi situasi tertentu, misalnya saat berhadapan dengan lawan yang lebih banyak menyerang (tipe attack). Menurut Hariono (2011), taktik bertahan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu bertahan aktif dan bertahan pasif.
Bertahan aktif adalah taktik bertahan yang dilakukan dengan membuat gerakan-gerakan (move) untuk memancing lawan agar melakukan serangan, sehingga saat serangan datang taekwondoin dapat melakukan serangan balasan (counter attack). Contoh taktik bertahan aktif:
  • Memancing lawan dengan menggunakan move, pada atlet tipe attack biasanya memiliki naluri menyerang yang tajam, atlet tipe attack akan mencari peluang untuk menyerang pada saat tertentu. Misalnya pada saat kita sedang dalam keadaan move, lawan biasanya akan menganggap kita tidak siap, lalu melakukan serangan nare chagi. Untuk itu bagi atlet tipe counter dapat memancingnya dengan move, tetapi tetap siap dan waspada ketika serangan datang, lalu pada saat serangan datang lakukan serangan balasan dengan langsung memotong dolyo chagi atau dwi chagi.
Bertahan pasif adalah taktik bertahan yang menunggu serangan lawan datang, lalu melakukan back step, selanjutnya melakukan serangan balasan, atau langsung memotong laju pergerakan lawan dengan menendang pada legal scoring area, atau menggunakan antisipasi-antisipasi yang lain. Bedanya dengan bertahan aktif adalah pada move atau gerakan-gerakan untuk memancing lawan, kalau pada gerakan pasif tanpa menggunakan move. Contoh taktik bertahan pasif:
  • Step mundur (back step) dilakukan saat lawan melakukan serangan, untuk selanjutnya dilakukan serangan balasan (counter-attack). Taktik ini efektif digunakan pada lawan yang memiliki tipe menyerang langsung. Misalnya pada lawan yang menyerang dengan dolyo langsung, antisipasinya dengan step mundur dolyo chagi atau eolgul peta chagi.

Dan masih banyak lagi contoh-contoh taktik menyerang yang lain, bukan pada tempatnya penulis menuliskan semuanya disini, karena keterbatasan makalah ini. Untuk lebih memahaminya lagi, perlu acuan buku yang lebih lengkap, atau berlatih taktik taekwondo pada ahlinya.

Kesimpulan
Pada pertandingan taekwondo kategori kyorugi atau fight (tarung), tidak bisa dilepaskan dari teknik dan taktik yang menyertainya; baik itu menyerang (attack), bertahan (counter), maupun gabungan keduanya, yaitu bertahan menyerang (counter-attack). Teknik dan taktik dalam taekwondo—khususnya kyorugi—dapat diibaratkan dengan senjata, yang mana dengan senjata itu seorang atlet bisa mengalahkan lawannya, dan memenangkan sebuah kejuaraan.
Taktik adalah upaya atau cara yang dilakukan atlet untuk memenangkan sebuah pertandingan. Peran atlet pada penggunaan taktik lebih banyak dibandingkan pelatih, karena taktik dilakukan atau digunakan oleh atlet ketika pertandingan sedang berlangsung, meskipun peran pelatih juga cukup besar dalam mengajarkan atau melatihkan taktik yang efektif dan efisien.
Untuk bisa memiliki taktik yang baik, seorang atlet harus menguasai teknik terlebih dahulu. Karena hanya akan sia-sia saja jika seorang atlet diberi latihan taktik, sementara tekniknya belum menguasai, sebab teknik merupakan bagian dari taktik. Begitu juga latihan teknik, kalau kondisi fisiknya tidak mencukupi, tentu tekniknya juga tidak akan maksimal. Jadi antara fisik, teknik, dan taktik saling berhubungan, dan perlu dimiliki oleh seorang atlet.

Frederik Emil Olsen

Frederik Emil Olsen Taekwondo Cilik Asal Denmark




TGL Lahir : 3 Oktober 2002
Umur : 8 Tahun
Negara : Denmark

Berlatih Taekwondo sejak umur 5 tahun
2 personal taekwondo trainer : - Tommy Legind Mortensen, DAN 5, Danish Senior National Coach 
- Joseph Salim, DAN 7, Former Olympic and Owner of Team X TKD in North hollywood (US)
Impian : mengikuti olimpiade



Penghargaan


TAEKWONDO TOURNAMENT RESULTS 2009
( FREDERIK IS 6-7 YEARS OLD)

FEB. Lippe Pokal i Hamm (Germany) -22 kg - SILVER
MARRS. Bedü Pokal i Essen (Germany) -22 kg - GOLD
APRIL Open Wind-Mills (Nederland) -24 kg - SILVER
JUNE. Gladsaxe KIDS CUP BOYS 6 YEAR - GOLD
JUNE. Int. Hamburg (Germany) - 22 kg - GOLD
JUNE. East German Open (Germany) - 22 kg - GOLD
SEPT. LEM OPEN (TVBB) (Germany) - 22 kg - GOLD
OCT. ISAC/Kobra CUP (Germany) - 22 kg - GOLD
NOV. 13th Korntal/Münchingen Cup - 22 kg - GOLD
NOV. EU-Regio Cup (Germany) - 22 kg - GOLD
NOV. Int.North Deutche Championsship - 22 kg - GOLD
NOV. 13 th London Intl. Open (UK) -22 kg - GOLD
DEC. California State Championship (USA)-22kg-GOLD

TAEKWONDO TOURNAMENT RESULTS 2010
( Frederik is 7-8 years old)


JAN. Roskilde Cup (DK) talent - 26 kg - GOLD
FEB. Childrens Championship (Germany)
Asiana Cup - 23 kg - GOLD
- 26 kg - BRONZE
FEB. Luxembourg Open (LUX) -22 kg - GOLD
MARTS. Tiger Pokal i Pirmasens (GER) - 23 kg - GOLD
MARTS. Magdeburg OLM ( GER) - 24 kg - GOLD
APRIL. Münster/Detmold Cup (GER) - 24 kg - GOLD
APRIL. 12.Oberlausitz Cup(GER) - 24 kg. - GOLD
MAJ. BERLIN OPEN 2010 -27 kg - GOLD
MAJ. 17th. SchwartzWald Cup (GER) - 24 kg. GOLD
MAJ. Flanders Cup ( BELGIUM)- 24 KG - GOLD
MAJ. Ringsted Cup talent (DK) - 26 kg GOLD
JUNI. Simi Valley Championsship ( USA) - 24 kg GOLD
AUG. WonderfullCopenhagen( DEN) - 30 kg GOLD
SEPT. Intl. Bergstadt Pokal ( GER) - 24 kg GOLD
SEPT. North Deutsche Championsship(GER)- 24kg. GOLD
SEPT. Intl. Kelten Cup ( GER) - 24 kg GOLD
OCT. California International Open( USA) - 50 lbs GOLD
OCT. Global International Open(USA) - 50 lbs GOLD
NOV. Intl.Rheinland-Pfalz Pokal ( GER) - 24 kg-GOLD
NOV. Intl. ISAC Cup ( GER) - 26 kg GOLD
NOV. 15.Rottenburger/Neckar Cup (GER) - 24 kg GOLD

TAEKWONDO TOURNAMENT RESULTS 2011
( Frederik is 8 years old)

JAN. 13. Nickelhütte-Turnier(GER) - GOLD
FEB. Childrens Championship ( Germany)
Asiana Cup - 25 kg - GOLD
Marts. Challenge Cup ( Belgium) - 24 kg - GOLD

Speciel Awards:

Athlete of the Year 2009/10 in Danish Taekwondo Federation (DTaF)



Foto


sederetan medali n tropy yang telah di raih


Winner of the Danish Championsship 2011


dia dengan Coach Tommy Mortensen december 2010


lagi latihan dengan coach sabeum Tommy motensen


berlatih dengan coach sabeum Joseph Salim


doleo chagi yang perfect..

Tips Sukses

Tips Sukses Menghadapi Kegagalan :)

1. Bersikap dan berpikir Positif terhadap Kegagalan
Ingat! kegagalan bukanlah suatu yang harus ditakuti. Tanpa ada sikap positif, Anda akan semakin stress setelah mengalami kegagalan. Anda seakan kehilangan energi untuk bangkit kembali karena selalu dibayang-bayangi takut gagal. Dengan bersikap positif, Anda mampu memandang suatu kegagalan sebagai peristiwa hidup yang harus dialami (proses kehidupan). Dengan demikian, mental Anda akan semakin kuat. Percayalah pasti ada sebuah hikmah dari sebuah kegagalan.

2. Mencari penyebab Kegagalan
Renungkan diri sendiri, apa yang menjadi penyebab Anda gagal? Secara umum, ada dua faktor utama penyebab kegagalan, yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal merupakan faktor yang berasal dari dalam diri sendiri. Ada kalanya Anda kurang memiliki semangat dan motivasi dalam mengerjakan sesuatu atau mungkin Anda tidak disiplin dan ceroboh dalam bekerja. Jika Anda menyadari penyebab internal ini, maka harus Anda sendiri yang merubahnya. Ingat! sukses atau tidaknya Anda dimulai dari dalam diri sendiri, jika Anda bisa memotivasi diri sendiri, selanjutnya Anda akan lebih ringan melangkah. Sedangkan faktor Eksternal merupakan faktor penyebab di luar diri sendiri. Misalnya kurangnya dukungan dari orang terdekat, pesaing yang terlalu banyak dan ketat, atau kurangnya fasilitas, dll.

3. Atasi Kegagalan
Setelah mengetahui penyebab kegagalan, Anda harus segera mencoba mengatasinya. Tidak perlu harus mengatasi semua penyebab kegagalan sekaligus, ada baiknya dilakukan secara bertahap tetapi pasti. Prioritaskan penyebab utama, kemudian penyebab lainnya. Karena itu, buat catatan tentang hal-hal yang sering membuat Anda gagal, apakah faktor internal atau eksternal (buat skala prioritas). Jangan mencari kambing hitam dalam mencari penyebab kegagalan Anda.

4. Gali kekuatan Diri
Selain mencari penyebab kegagalan, catatlah apa saja kekuatan dan potensi diri Anda, baik yang tersembunyi maupun yang nampak. Coba gunakan kekuatan dan potensi Anda secara maksimal. Galilah potensi-potensi tersembunyi Anda yang masih bisa dikembangkan. Jika Anda bisa mengembangkan potensi Anda dengan baik, maka sukses takkan jauh – jauh dari Anda.

5. Tangkap Peluang
Jangan hanya diam merenungi nasib. Anda harus jeli menangkap peluang atau kesempatan. Ingat, Anda tidak akan pernah mendapatkan kesempatan itu jika Anda sendiri tidak pernah berusaha mencarinya. Begitu Anda tahu ada peluang, tangkaplah peluang tersebut, jangan tunggu sampai besok.

6. Trial and Error
Untuk meraih kesuksesan Anda perlu melakukan trial and error. hal ini merupakan salah satu tolak ukur untuk menggapai kesuksesan. Tinggal sejauh mana kita mau dan berani mencoba kembali kegagalan itu. Sebelum mencoba lagi, pikirkan masak-masak langkah yang akan ditempuh. Kalaupun terjadi kesalahan kembali, jangan ragu-ragu melakukan perbaikan dan terus mencoba sampai Anda berhasil mengatasinya. Kunci utama trial and error adalah kerja keras dan tetap semangat.

Aaron Cook

Aaron Cook atlet taekwondo asal Inggris


Aaron Cook (lahir 2 Januari 1991) adalah seorang atlet taekwondo Inggris yang memenuhi syarat untuk Olimpiade 2008. Awalnya dari Dorchester, Dorset, Cook sekarang tinggal bersama keluarganya di Manchester yang pindah ke sana untuk membantu mendukung dia dalam persiapan untuk Olimpiade Debut nya.

Pendidikan
Aaron Cook bersekolah di Manor Park Primary School, St Osmund Tengah, di Dorchester. Namun, Aaron Cook menginginkan kembali ke pendidikan setelah karir nya telah berakhir.

Terobosan masuk ke Senior
Aaron melakukan terobosan ke dalam Senior di Kejuaraan Belanda Terbuka 2007 diselenggarakan di Eindhoven, untuk usia 16 tahun. Cook mendapatkan medali perunggu dalam kompetisi senior tersebut, setelah kalah dari atlet Prancis ( Torann Mazeroi ) dengan hasil 12-10.

Namun satu minggu kemudian Cook muncul di Kejuaraan Terbuka di Bonn Jerman untuk mengambil gelar pertamanya terbuka senior. Di final ia mengalahkan sesama anggota tim Davoud Etminani dalam pertempuran dekat nyata dengan skor 12-11. Kemudian dia membela tim Inggris pada tahun 2007 di Kejuaraan Dunia Taekwondo.

Kemudian di tahun berikutnya, Cook mencoba untuk memenuhi syarat tempat bagi tim Inggris untuk Olimpiade 2008. Dengan bersaing di Kualifikasi 2007 World Turnamen yang diselenggarakan di MEN Arena Manchester. Pada putaran pertama ia dihadapkan melawan Sean Joyce dari irlandia, Cook memenangkan pertandingan dengan hasil 9-2. Hasil yang sama terjadi terhadap Markus Jiskra asal swiss dengan skor 9-2 pertandingan dimenangkan oleh Aaron Cook. Namun Aaron Cook tidak lolos di kulifikasi tersebut. Aaron Cook memiliki satu kesempatan lagi kualifikasi di Eropa Kualifikasi Turnamen yang akan diadakan di Istanbul, Turki pada Januari 2008

Olimpiade Musim Panas 2008
Dalam debut Olimpiade ia turun untuk memulai gemilang mengalahkan Anju Jason mewakili Kepulauan Marshall, The Marshall atlet adalah orang pertama dalam sejarah yang memenuhi syarat untuk setiap Olahraga Olimpiade dari pulau-pulau kecil. Pertandingan pertama selesai 7-0 dimenangkan Aaron. Pertandingan kedua adalah melawan kelas yang lebih tinggi, Aaron melawan Carlos Vasquez dari Venezuela. Vasquez yang mantan peraih Medali Perunggu dari Taekwondo Kejuaraan Dunia 2005.
Ketika di final Aaron Cook memenangkan pertandingan dan berhasil menjadi juara.

Monday, November 10, 2014

strategi bertanding taekwondo


Strategi Bertanding Taekwondo
1.Selalu lincah saat fight…selalu lakukan step-step yang bervariasi…jangan monoton…
2.Perhatikan gerakan lawan…Pancing-pancing terus, saat dia diam…jika dia ingin menyerang…siapkan mat badat doliyochagi terbaikmu…sekali saja…tapi kena dengan tepat….setelah kena…tempel lawanmu…atau susul dengan elgol dollyochagi…(untuk tipe defensive)
3.Tetap fokus dengan lawanmu..jangan pernah sekali-kali meremehkan lawan tandingmu, meski kamu sudah unggul jauh dalam perolehan poin…karena semuanya bisa terjadi dalam pertandingan Taekwondo…
4.Untuk tipe offensive, jangan terburu-buru menyerang, pancing terus lawanmu, berikan variasi step yang membuat lawanmu bingung….setelah ada kesempatan, serang dengan tendangan andalanmu, jangan cuma sekali, yang penting tendangan terakhir harus kamu daratkan ke kepala lawan…Dan yang paling penting, jangan memboroskan tenagamu, efisienlah dalam menyerang…untuk menyimpan tenaga saat ronde akhir….
5.Yang paling penting adalah sportiflah dalam bertanding…jika kalah, akui saja bahwa lawanmu lebih baik dari kamu atau jika kamu menang, berusahalah tetap rendah hati…karena di atas langit masih ada langit….dan juga hargai keputusan wasit….Jangan rusak reputasi Taekwondo seperti reputasi .Itu yang terpenting…
Yang perlu diingat, faktor kemenangan kejuaraan kyoruki dalam Taekwondo adalah fisik,mental, teknik., dan faktor luck. Keempat faktor ini memiliki beban presentase sebagai berikut, Fisik 40%,mental 40%,teknik 20%, dan tambahan faktor luck 10%. Keempat faktor ini saling berkaitan satu sama lain..Contoh, misalnya kita memiliki mental penuh 40%, tetapi fisik kita jeblok, ditambah teknik yang amburadul, dan kita tidak beruntung karena langsung ketemu lawan terberat...maka kita hanya akan berakhir di ruang medis…..Jika kita memiliki fisik penuh 40%, teknik kita sekelas juara dunia, tetapi tidak dilengkapi dengan mental yang kuat, dan factor luck…maka hasilnya tidak akan bisa maksimal…

Persiapkanlah keempat hal di atas, jangan pernah membuat latihanmu sia-sia dalam kejuaraan…setiap tetes keringat yang kamu keluarkan dalam latihan harus sedapat mungkin berguna dalam kejuaraan…Jangan pernah malas untuk latihan sendiri di rumah…

Kalahkan dirimu sendiri, sebelum mengalahkan orang lain…